Reality News - Empat hari menjelang dimulainya Kejuaraan Dunia Atletik 2019 di Doha, Qatar, penjualan tiket pertandingan belum juga menunjukkan tanda-tanda menggembirakan. Untuk mengantisipasi sepinya penonton, penyelenggara dikabarkan akan memberikan tiket gratis untuk pekerja migran dan anak-anak.
Sebagaimana dipetik dari The Guardian, penyelenggara telah mengosongkan sisi atas tribun Stadion Internasional Khalifa agar pertunjukan tampak lebih bagus di layar televisi. Namun begitu, meski pengosongan tersebut telah mengurangi jumlah tiket, penjualan tetap berjalan lamban.
Sedianya ada sekitar 50 ribu tiket yang telah diedarkan untuk sepuluh hari perhelatan. Para pekerja migran dan anak-anak akan diangkut ke stadion dan lebih dari setengahnya akan tampak di layar televisi.
Fakta ini menunjukkan bahwa optimisme penyelenggara yang menyebut bahwa ketertarikan terhadap kejuaraan dunia datang dari seluruh penjuru dunia tidak sepenuhnya terbukti.
Salah satu analisa yang menyebabkan hal ini terjadi adalah konflik di Timur Tengah di mana negara-negara di sekitar memboikot Qatar. Aksi tersebut membuat penggemar atletik di sekitar Qatar tak bisa datang untuk menyaksikan para atlet terbaik dalam kejuaraan atletik paling prestisius di jagad bumi tersebut.
Kejuaraan Dunia Atletik tahun ini adalah yang ke-17 sejak kali pertama digelar di Helsinki, Finlandia, 1983. Indonesia hanya mengirimkan satu atlet atas nama Lalu Muhammad Zohri yang akan turun di lintasan lari 100 meter putra. Kejuaraan berlangsung pada 27 September-6 Oktober 2019.[]
Sumber : Akurat.co

Tidak ada komentar:
Posting Komentar